Di tengah hiruk-pikuk kota, panas aspal, dan udara yang makin sesak, ada satu hal sederhana yang sering terlupakan: menjaga keasrian lingkungan dimulai dari rumah sendiri. Dalam Islam, urusan lingkungan bukan isu baru. Jauh sebelum istilah green living atau urban farming populer, Rasulullah SAW sudah menanamkan nilai menjaga alam sebagai bagian dari iman. Membuat taman rumah, menanam pohon, dan merawat lingkungan bukan sekadar estetika, tapi juga ibadah yang bernilai pahala.
Artikel ini mengulas hadits tentang menjaga keasrian
lingkungan dengan membuat taman rumah, dikaitkan dengan praktik kehidupan
modern, khususnya di wilayah perkotaan seperti Surabaya.
Islam dan Lingkungan: Hubungan yang Tidak Terpisahkan
Islam memandang manusia sebagai khalifah fil ardh—pemimpin
di bumi. Artinya, manusia punya tanggung jawab menjaga keseimbangan alam, bukan
merusaknya. Lingkungan bukan objek eksploitasi, melainkan amanah.
Konsep ini bukan teori kosong. Dalam Al-Qur’an dan hadits,
banyak sekali pesan tersirat maupun tersurat tentang pentingnya menjaga bumi,
air, tanah, dan tanaman. Membuat taman rumah adalah salah satu bentuk paling
nyata dari amanah tersebut.
Namun jika anda tidak cukup waktu untuk membuat taman rumah
anda bisa meminta bantuan pada jasa layanan pembuatan taman seperti tukang taman Surabaya
Hadits-Hadits tentang Menanam dan Merawat Tanaman
Setiap Tanaman Bernilai Sedekah
Salah satu hadits paling populer tentang lingkungan
berbunyi:
“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau menabur benih,
lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan menjadi sedekah
baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini sederhana, tapi maknanya dalam. Menanam tanaman
di taman rumah bukan hanya urusan dunia, tapi juga investasi akhirat. Bahkan
jika kita tidak memetik hasilnya sendiri, pahala tetap mengalir.
Makna Sedekah yang Luas
Sedekah dalam Islam tidak selalu berupa uang. Tanaman yang
memberi oksigen, keteduhan, atau sekadar keindahan visual pun termasuk sedekah.
Taman rumah yang rapi, hijau, dan hidup bisa menjadi sumber kebaikan tanpa kita
sadari.
Menjaga Keasrian Lingkungan sebagai Bentuk Ibadah
Ibadah yang Tidak Disadari
Banyak orang berpikir ibadah hanya sebatas shalat, puasa,
dan zakat. Padahal, merawat taman rumah dengan niat menjaga ciptaan Allah juga
bernilai ibadah. Menyiram tanaman, membersihkan daun kering, dan memastikan
lingkungan tetap asri adalah bentuk kepedulian yang dicintai Allah.
Niat sebagai Pembeda
Dalam Islam, niat memegang peranan penting. Aktivitas yang
terlihat biasa bisa berubah menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah. Membuat
taman rumah dengan niat menjaga lingkungan dan memberi manfaat bagi makhluk
hidup lain adalah contoh nyata.
Larangan Merusak Lingkungan dalam Hadits
Islam Melarang Kerusakan Alam
Rasulullah SAW melarang tindakan yang merusak lingkungan,
bahkan dalam kondisi perang. Pohon tidak boleh ditebang sembarangan, sumber air
tidak boleh dirusak.
Ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah prinsip
dasar Islam, bukan pilihan opsional.
Relevansi di Kehidupan Modern
Di kota besar, kerusakan lingkungan sering terjadi dalam
bentuk kecil tapi masif: membuang sampah sembarangan, menutup tanah dengan
beton, atau menghilangkan ruang hijau. Membuat taman rumah adalah bentuk
perlawanan halus terhadap kebiasaan ini.
Taman Rumah sebagai Implementasi Hadits di Kehidupan
Sehari-hari
Dari Teks ke Praktik
Hadits tentang menanam akan terasa lebih hidup ketika
diwujudkan dalam praktik nyata. Taman rumah, sekecil apa pun, adalah bentuk
implementasi langsung ajaran Rasulullah SAW.
Tidak harus luas. Bahkan pot kecil di teras rumah pun sudah
cukup untuk memulai.
Manfaat Ganda: Dunia dan Akhirat
Taman rumah memberi manfaat nyata: udara lebih segar, suhu
lebih sejuk, dan suasana hati lebih tenang. Di sisi lain, ada pahala yang terus
mengalir selama tanaman itu hidup dan memberi manfaat.
Nilai Edukasi dari Taman Rumah dalam Keluarga Muslim
Mengajarkan Anak Cinta Lingkungan
Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Ketika orang
tua merawat tanaman, anak akan terbiasa melihat bahwa menjaga lingkungan adalah
hal penting.
Ini adalah pendidikan karakter berbasis keteladanan,
bukan ceramah panjang.
Menanamkan Tanggung Jawab Sejak Dini
Merawat taman mengajarkan tanggung jawab, kesabaran, dan
konsistensi. Nilai-nilai ini sejalan dengan ajaran Islam.
Taman Rumah dan Keharmonisan Sosial
Lingkungan Asri, Hubungan Harmonis
Lingkungan yang hijau cenderung menciptakan interaksi sosial
yang lebih positif. Tetangga lebih sering menyapa, suasana lebih nyaman.
Dalam konteks ini, taman rumah bukan hanya untuk diri
sendiri, tapi juga memberi dampak sosial.
Sedekah yang Tidak Pernah Diminta
Orang yang lewat dan menikmati keindahan taman rumah kita
juga termasuk penerima manfaat. Tanpa diminta, tanpa disadari, pahala tetap
mengalir.
Hal yang paling ringan dan sederhana adalah dengan menanam
halaman rumah dengan tanaman rumput taman dengan meminta bantua jasa tanam
rumput sekaligus jual rumput taman
Konteks Perkotaan: Tantangan dan Peluang
Lahan Sempit Bukan Alasan
Di kota seperti Surabaya, lahan sering menjadi alasan.
Padahal, taman rumah bisa disesuaikan dengan kondisi lahan, mulai dari
vertical garden, taman kering, hingga pot gantung.
Yang terpenting adalah niat dan konsistensi.
Menjawab Tantangan Lingkungan Kota
Polusi udara, panas berlebih, dan minimnya ruang hijau
adalah masalah kota besar. Taman rumah adalah solusi mikro dengan dampak makro
jika dilakukan bersama-sama.
Hadits tentang Kebersihan dan Keindahan Lingkungan
Allah Maha Indah dan Menyukai Keindahan
Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah itu indah dan menyukai
keindahan. Lingkungan yang bersih dan asri adalah refleksi dari keindahan
tersebut.
Taman rumah yang terawat mencerminkan nilai kebersihan,
kerapian, dan keindahan yang diajarkan Islam.
Keasrian sebagai Cerminan Iman
Lingkungan sering menjadi cermin penghuninya. Rumah yang
asri menunjukkan kepedulian, bukan hanya pada estetika, tapi juga pada nilai
spiritual.
Membuat Taman Rumah sebagai Amal Jariyah
Pahala yang Terus Mengalir
Selama tanaman hidup dan memberi manfaat, pahala terus
mengalir. Ini menjadikan taman rumah sebagai bentuk amal jariyah yang
sederhana tapi bermakna.
Warisan Kebaikan
Taman rumah bisa dinikmati oleh generasi berikutnya. Anak,
cucu, atau bahkan orang lain akan merasakan manfaatnya.
FAQ Seputar Hadits dan Taman Rumah
1. Apakah menanam tanaman hias juga bernilai pahala?
Ya, selama tanaman tersebut memberi manfaat, seperti
keindahan, keteduhan, atau oksigen.
2. Apakah pahala tetap ada jika tanaman mati?
Pahala tetap tercatat dari niat dan usaha saat menanam dan
merawatnya.
3. Apakah taman kecil di rumah perkotaan tetap bernilai
sedekah?
Tetap bernilai, sekecil apa pun taman tersebut.
4. Apakah merawat taman orang lain juga berpahala?
Ya, selama dilakukan dengan niat baik dan memberi manfaat.
5. Apakah ada batasan jenis tanaman dalam Islam?
Tidak ada, selama tanaman tersebut tidak membahayakan dan
memberi manfaat.
Kesimpulan
Hadits tentang menjaga keasrian lingkungan dengan membuat
taman rumah menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat peduli pada alam.
Menanam dan merawat tanaman bukan sekadar aktivitas duniawi, melainkan ibadah
yang bernilai sedekah dan amal jariyah. Di tengah kehidupan modern dan
perkotaan, taman rumah menjadi cara paling sederhana dan nyata untuk
mengamalkan ajaran Rasulullah SAW, menjaga bumi, dan menebar kebaikan yang
terus tumbuh seiring waktu.


