Muhibbin Prof. Dr. Al Muhadits Al Allamah Abuya Sayyid Muhammad bin 'Alawi Al Maliki Al Hasani

Hadits tentang Menjaga Keasrian Lingkungan dengan Membuat Taman Rumah

Dapatkan beragam kitab-kitab Karangan Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani di website www.kitababuya.com

Di tengah hiruk-pikuk kota, panas aspal, dan udara yang makin sesak, ada satu hal sederhana yang sering terlupakan: menjaga keasrian lingkungan dimulai dari rumah sendiri. Dalam Islam, urusan lingkungan bukan isu baru. Jauh sebelum istilah green living atau urban farming populer, Rasulullah SAW sudah menanamkan nilai menjaga alam sebagai bagian dari iman. Membuat taman rumah, menanam pohon, dan merawat lingkungan bukan sekadar estetika, tapi juga ibadah yang bernilai pahala.

Artikel ini mengulas hadits tentang menjaga keasrian lingkungan dengan membuat taman rumah, dikaitkan dengan praktik kehidupan modern, khususnya di wilayah perkotaan seperti Surabaya. 

Islam dan Lingkungan: Hubungan yang Tidak Terpisahkan

Islam memandang manusia sebagai khalifah fil ardh—pemimpin di bumi. Artinya, manusia punya tanggung jawab menjaga keseimbangan alam, bukan merusaknya. Lingkungan bukan objek eksploitasi, melainkan amanah.

Konsep ini bukan teori kosong. Dalam Al-Qur’an dan hadits, banyak sekali pesan tersirat maupun tersurat tentang pentingnya menjaga bumi, air, tanah, dan tanaman. Membuat taman rumah adalah salah satu bentuk paling nyata dari amanah tersebut.

Namun jika anda tidak cukup waktu untuk membuat taman rumah anda bisa meminta bantuan pada jasa layanan pembuatan taman seperti tukang taman Surabaya

Hadits-Hadits tentang Menanam dan Merawat Tanaman

Setiap Tanaman Bernilai Sedekah

Salah satu hadits paling populer tentang lingkungan berbunyi:

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini sederhana, tapi maknanya dalam. Menanam tanaman di taman rumah bukan hanya urusan dunia, tapi juga investasi akhirat. Bahkan jika kita tidak memetik hasilnya sendiri, pahala tetap mengalir.

Makna Sedekah yang Luas

Sedekah dalam Islam tidak selalu berupa uang. Tanaman yang memberi oksigen, keteduhan, atau sekadar keindahan visual pun termasuk sedekah. Taman rumah yang rapi, hijau, dan hidup bisa menjadi sumber kebaikan tanpa kita sadari.

Menjaga Keasrian Lingkungan sebagai Bentuk Ibadah

Ibadah yang Tidak Disadari

Banyak orang berpikir ibadah hanya sebatas shalat, puasa, dan zakat. Padahal, merawat taman rumah dengan niat menjaga ciptaan Allah juga bernilai ibadah. Menyiram tanaman, membersihkan daun kering, dan memastikan lingkungan tetap asri adalah bentuk kepedulian yang dicintai Allah.

Niat sebagai Pembeda

Dalam Islam, niat memegang peranan penting. Aktivitas yang terlihat biasa bisa berubah menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah. Membuat taman rumah dengan niat menjaga lingkungan dan memberi manfaat bagi makhluk hidup lain adalah contoh nyata.

Larangan Merusak Lingkungan dalam Hadits

Islam Melarang Kerusakan Alam

Rasulullah SAW melarang tindakan yang merusak lingkungan, bahkan dalam kondisi perang. Pohon tidak boleh ditebang sembarangan, sumber air tidak boleh dirusak.

Ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah prinsip dasar Islam, bukan pilihan opsional.

Relevansi di Kehidupan Modern

Di kota besar, kerusakan lingkungan sering terjadi dalam bentuk kecil tapi masif: membuang sampah sembarangan, menutup tanah dengan beton, atau menghilangkan ruang hijau. Membuat taman rumah adalah bentuk perlawanan halus terhadap kebiasaan ini.

Taman Rumah sebagai Implementasi Hadits di Kehidupan Sehari-hari

Dari Teks ke Praktik

Hadits tentang menanam akan terasa lebih hidup ketika diwujudkan dalam praktik nyata. Taman rumah, sekecil apa pun, adalah bentuk implementasi langsung ajaran Rasulullah SAW.

Tidak harus luas. Bahkan pot kecil di teras rumah pun sudah cukup untuk memulai.

Manfaat Ganda: Dunia dan Akhirat

Taman rumah memberi manfaat nyata: udara lebih segar, suhu lebih sejuk, dan suasana hati lebih tenang. Di sisi lain, ada pahala yang terus mengalir selama tanaman itu hidup dan memberi manfaat.

Nilai Edukasi dari Taman Rumah dalam Keluarga Muslim

Mengajarkan Anak Cinta Lingkungan

Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Ketika orang tua merawat tanaman, anak akan terbiasa melihat bahwa menjaga lingkungan adalah hal penting.

Ini adalah pendidikan karakter berbasis keteladanan, bukan ceramah panjang.

Menanamkan Tanggung Jawab Sejak Dini

Merawat taman mengajarkan tanggung jawab, kesabaran, dan konsistensi. Nilai-nilai ini sejalan dengan ajaran Islam.

Taman Rumah dan Keharmonisan Sosial

Lingkungan Asri, Hubungan Harmonis

Lingkungan yang hijau cenderung menciptakan interaksi sosial yang lebih positif. Tetangga lebih sering menyapa, suasana lebih nyaman.

Dalam konteks ini, taman rumah bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga memberi dampak sosial.

Sedekah yang Tidak Pernah Diminta

Orang yang lewat dan menikmati keindahan taman rumah kita juga termasuk penerima manfaat. Tanpa diminta, tanpa disadari, pahala tetap mengalir.

Hal yang paling ringan dan sederhana adalah dengan menanam halaman rumah dengan tanaman rumput taman dengan meminta bantua jasa tanam rumput sekaligus jual rumput taman

Konteks Perkotaan: Tantangan dan Peluang

Lahan Sempit Bukan Alasan

Di kota seperti Surabaya, lahan sering menjadi alasan. Padahal, taman rumah bisa disesuaikan dengan kondisi lahan, mulai dari vertical garden, taman kering, hingga pot gantung.

Yang terpenting adalah niat dan konsistensi.

Menjawab Tantangan Lingkungan Kota

Polusi udara, panas berlebih, dan minimnya ruang hijau adalah masalah kota besar. Taman rumah adalah solusi mikro dengan dampak makro jika dilakukan bersama-sama.

Hadits tentang Kebersihan dan Keindahan Lingkungan

Allah Maha Indah dan Menyukai Keindahan

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan. Lingkungan yang bersih dan asri adalah refleksi dari keindahan tersebut.

Taman rumah yang terawat mencerminkan nilai kebersihan, kerapian, dan keindahan yang diajarkan Islam.

Keasrian sebagai Cerminan Iman

Lingkungan sering menjadi cermin penghuninya. Rumah yang asri menunjukkan kepedulian, bukan hanya pada estetika, tapi juga pada nilai spiritual.

Membuat Taman Rumah sebagai Amal Jariyah

Pahala yang Terus Mengalir

Selama tanaman hidup dan memberi manfaat, pahala terus mengalir. Ini menjadikan taman rumah sebagai bentuk amal jariyah yang sederhana tapi bermakna.

Warisan Kebaikan

Taman rumah bisa dinikmati oleh generasi berikutnya. Anak, cucu, atau bahkan orang lain akan merasakan manfaatnya.

FAQ Seputar Hadits dan Taman Rumah

1. Apakah menanam tanaman hias juga bernilai pahala?

Ya, selama tanaman tersebut memberi manfaat, seperti keindahan, keteduhan, atau oksigen.

2. Apakah pahala tetap ada jika tanaman mati?

Pahala tetap tercatat dari niat dan usaha saat menanam dan merawatnya.

3. Apakah taman kecil di rumah perkotaan tetap bernilai sedekah?

Tetap bernilai, sekecil apa pun taman tersebut.

4. Apakah merawat taman orang lain juga berpahala?

Ya, selama dilakukan dengan niat baik dan memberi manfaat.

5. Apakah ada batasan jenis tanaman dalam Islam?

Tidak ada, selama tanaman tersebut tidak membahayakan dan memberi manfaat.

Kesimpulan

Hadits tentang menjaga keasrian lingkungan dengan membuat taman rumah menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat peduli pada alam. Menanam dan merawat tanaman bukan sekadar aktivitas duniawi, melainkan ibadah yang bernilai sedekah dan amal jariyah. Di tengah kehidupan modern dan perkotaan, taman rumah menjadi cara paling sederhana dan nyata untuk mengamalkan ajaran Rasulullah SAW, menjaga bumi, dan menebar kebaikan yang terus tumbuh seiring waktu.

 


Hadits tentang Menjaga Keasrian Lingkungan dengan Membuat Taman Rumah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: satria pixel