Menjelang Ramadhan, kegiatan seperti pawai/arak-arakan, takbiran menyambut bulan suci, dan agenda remaja masjid biasanya mulai disiapkan lebih awal. Masalahnya, informasi kegiatan sering menyebar tidak seragam: ada yang hanya lewat chat grup, ada yang beredar dalam bentuk poster namun isinya kurang lengkap, atau desainnya tidak pas saat dibagikan ke WhatsApp dan Instagram. Padahal poster yang rapi membantu warga memahami informasi tanpa bolak-balik bertanya, sekaligus mencegah salah jadwal.
Agar poster pawai Ramadhan terlihat jelas dan “resmi”, ada
beberapa elemen yang sebaiknya selalu ditulis. Pertama, nama kegiatan yang
spesifik, misalnya “Pawai Ramadhan 2026” atau “Pawai Tarhib Ramadhan”.
Kedua, hari/tanggal dan waktu: minimal jam kumpul
serta jam mulai. Ini penting karena banyak peserta datang lebih awal untuk
baris-berbaris, pembagian atribut, atau pengarahan panitia. Ketiga, lokasi
titik kumpul dan bila perlu rute singkat (misalnya
start–finish). Keempat, sasaran peserta: umum, pelajar, remaja
masjid, perwakilan RT/RW, atau undangan khusus.
Selanjutnya, sisipkan ketentuan singkat yang
membantu kegiatan berjalan tertib. Contoh yang umum: dress code (busana
muslim), atribut yang dianjurkan (spanduk kecil, lampion, beduk mini), serta
catatan keamanan (hindari menyalakan api/obor tanpa pengawasan). Jika kegiatan
melibatkan anak-anak, pastikan ada imbauan pendampingan orang tua atau
koordinator rombongan. Di bagian bawah poster, cantumkan nama
panitia/penyelenggara dan satu informasi kontak (cukup 1–2 nomor
panitia, tidak perlu terlalu banyak).
Selain isi, faktor yang sering dilupakan adalah ukuran
desain. Banyak poster terlihat bagus di layar komputer, tapi ketika
dibagikan ke WhatsApp jadi terpotong atau tulisan terlalu kecil. Praktisnya,
siapkan beberapa versi:
- Versi
WhatsApp Status (format vertikal) agar teks tetap terbaca.
- Versi
Instagram Story (vertikal) untuk promosi cepat.
- Versi
Feed Instagram (kotak/portrait) untuk tampilan rapi di profil.
- Versi
cetak (A4/A3) untuk ditempel di masjid, sekolah, atau balai desa.
Kalau kamu ingin cara yang paling cepat, kamu bisa memakai
contoh teks yang siap salin dan menyesuaikan nama tempat serta jadwal. Untuk
referensi contoh teks, ukuran WA/IG, dan versi cetak yang lebih lengkap, kamu
bisa lihat panduan dari IDN Update di sini
Terakhir, sebelum poster disebarkan, lakukan pengecekan singkat: pastikan
tanggal dan jam tidak salah, lokasi tidak ambigu, dan tulisan inti (nama
kegiatan + tanggal + jam + titik kumpul) terlihat jelas dari layar ponsel.
Dengan poster yang rapi, informasi kegiatan lebih mudah dipahami, koordinasi
panitia lebih ringan, dan warga bisa ikut berpartisipasi dengan tertib.


